Kurma, Buah Ikonik Bulan Ramadan yang Kini dibudidayakan di Indonesia

 

sumber: Republika.


Menjelang bulan ramadan, Kurma menjadi salah satu buah ikonik bulan ramadan. Kurma menjadi makanan yang paling diminati di bulan ramadan lantaran rasanya dan khasiatnya yang luar biasa bagi tubuh. 

Meski sejarah keberadaan kurma di indonesia masih diperdebatkan. Para peneliti percaya bahwa kurma datang ke nusantara dibawa oleh para pedagang yang berasal dari mesir. Karena manfaatnya yang berlimpah untuk kesehatan dan kecantikan, Kurma menjadi sangat populer di Nusantara. Bagi umat muslim, kedudukan kurma dikalangan umat islam sangat istimewa karena buah kurma merupakan salah saatu buah yang disukai oleh Nabi Muhammad.

meski sudah lama dikenal dan dikonsumsi secara luas oleh masyarakat indonesia, Buah kurma sendiri berhasill ditanam dan dibududayakan pada tahun 2004. Di Surabaya, Tepatnya di Pondok Pesantren Darussalam terdapat sebuah pohon kurma yang tumbuh di kebun belakang Pondok Pesantren Darussalam. Pohon tersebut menjadi cikal bakal budidaya buah kurma di indonesia.

Sekilas tidak ada yang berbeda dari pohon kurma tersebut. Namun terdapat buah berwarna hijau yang jumlahnya ada ratusan. Menurut H. Mahsun Hadji, pohon tersebut dipercaya berasal dari biji kurma yang di buah oleh KH Mas ABDUL Muhith, pendiri Pondok Pesantren Darussalam.

“Kami meyakini kalau yang membuang biji di kebun itu KH Mas Abdul Muhith, pendiri sekaligus pemilik pondok pesantren. Biasa kan habis makan kurma, terus bijinya di buang di pekarangan belakang,” tutur beliau.

Sejak tahun 2012 kurma menjadi buah bibir di Indonesia dan puncaknya di 2014  dengan liputan Majalah pertanian Trubus tentang kebun kurma Tropis di Thailand. Di era media sosial, para pencinta kurma dan petani kurma menciptakan sebuah komunitas yang didedikasikan terhadap kecintaan mereka terhadap kurma. Media sosial membantu melahirkan komunitas-komunitas penggemar dan petani kurma seperti, Kurma Nusantara, Kurma Mania, Asosiasi Petani Kurma dan mulai mendatangkan dan mengebunkan kurma skala orchard.

Perkebunan kurma skala Orchard pun mulai digalakan di Indonesia yang pertama di Jonggol Farm, Kemudian Igrow di pandeglang seluas 5 hektar dengan 700 pohon kurma kultur jaringan, ada juga di Bangka Botanical garden di eks Tambang Timah, kemudian Haji Ruslan di pasuruan 4 hektar dengan konsep Agrowisatanya, di Kuansing Riau seluas 40 hektar, Aceh dan Jambi di Tanjung Jabung Timur.

Kurma memang sangat digemari oleh masyarakat luas. Selain rasanya yang manis dan khasiatnya yang berlimpah, kurma juga kaya akan sejarah didalam penyebarannya. Hal ini menjadi alasan mengapa buah ini sangat populer ketika mennyambut bulan suci Ramadan. Dan kini masyarakat indonesia harus berbangga karena telah berhasil membudidayakan kurma sendiri di Tanah air yang kualitasnya diaharapkan mampu menyaingi negara produsen kurma yang lain. 



Komentar